Kapolda Luthfi Buka Diktukba Polri di SPN Polda Jateng

BANYUMAS (Awal.id) – Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi memimpin Upacara Pembukaan Pendidikan dan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri TA 2022 di Lapangan Pengayom, SPN Purwokerto, Selasa (8/2).

Pada upacara tersebut diikuti sebanyak 612 siswa yang akan mengikuti pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jateng, Purwokerto.

Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel pada amanatnya yang dibacakan Kapolda Jateng  Irjen Pol Ahmad Luthfi  mengucapkan selamat kepada seluruh siswa yang telah dinyatakan lulus seleksi dan menjadi peserta didik pada program Diktukba Polri gelombang I Tahun 2022.

Baca Juga:  Dewan Gowes Bareng Rakyat, Nikmati Pembangunan Infrastruktur di Ibu Kota Jawa Tengah

“Selamat datang di Lembaga Pendidikan. Di mana nantinya disini adalah tempat kalian akan dididik, ditempa dan dilatih menjadi insan tribrata yang profesional, bermoral, dan memiliki integritas yang baik,” papar Luthfi saat membacakan amanah Kalemdiklat.

Menurut Luthfi, program Diktukba dan Tamtama Polri pada Tahun Anggaran (TA) 2022 akan diselenggarakan dalam 2 (dua) gelombang dengan lama pendidikan setiap gelombang selama 5 (lima) bulan.

Sesuai dengan kebijakan Kapolri dalam transformasi Polri yang presisi, sambung Luthfi, pendidikan menjadi aspek penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) Polri yang unggul di era Police 4.0 yang mampu menjawab tantangan kekinian di era digitalisasi serta tuntutan pelayanan masyarakat yang semakin tinggi dari warga.

Baca Juga:  Namanya Disebut sebagai "Penyerang" yang akan Menangkan Prabowo-Gibran di Jatim, Khofifah Cuma Bilang Begini

“Pendidikan pembentukan tersebut sangat penting karena para bintara dan tamtama merupakan garda terdepan dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Kemampuan dan perilaku para bintara dan tamtama dilapangan akan menentukan wajah Polri dan tingkat kepercayaan masyarakat kepada Polisinya,” tandas Luthfi.

Tak hanya itu, Luthfi juga menjelaskan proses pendidikan yang relatif singkat ini harus dirancang secara baik dan benar, dengan prinsip mengutamakan kualitas dan memberikan porsi yang lebih besar kepada kegiatan praktik kerja lapangan. Terakhir, Pihaknya menyampaikan agar pelaksanaan pendidikan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan seksama dan ketat.

Baca Juga:  Kapolda Jateng Cek Pelaksanaan Ibadah Malam Natal

“Jangan lengah, jangan kendor. Ingat, pendidikan ini dilaksanakan di tengah suasana pandemi Covid-19. Apalagi diketahui, wilayah Jateng juga sedang ada peningkatan mengenai wabah virus tersebut,” tutupnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *