Ditresnarkoba Polda Jateng Bekuk Pengedar Sabu

KUDUS (Awal.id) – Ditresnarkoba Polda Jateng membekuk dua warga Kudus saat menggunakan narkotika jenis sabu-sabu di area makam Mbah Kramat, Prambatan Lor Kaliwungu, Kudus (6/2) malam.

Peolisi menangkap dua pelaku dengan inisial GB yang merupakan warga Prambatan Lor, Kaliwungu dan RP warga Desa Klumpit, Gebog, Kudus.

Dirresnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol Lutfi Martadian menangkapkan pelaku ini berdasarkan laporan dari masyarakat. Dari laporan itu polisi langsung menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan di lokasi yang menjadi transaksi barang haram tersebut.

Baca Juga:  Petani Ini Terkejut Didatangi Ganjar Saat Asyik Jemur Tembakau

“Usai mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya kecurigaan bahwa tempat tersebut sering dijadikan tempat transaksi narkoba jenis sabu. Kemudian kita terjunkan anggota untuk terjun langsing di lapangan, setelah dilakukan pengintaian ternyata benar ada dua orang, kemudian tim melakukan penggeledahan badan,” papar Lutfi dalam keterangannya.

Usai dilakukan penggeledahan, sambung Lutfi, dari badan dua pelaku ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu dan perlengkapannya. Dua paket sabu itu diitaruh dalam plastik klip di dalam bungkus rokok.

Baca Juga:  Bagaimana Penerapan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 Yang Diubah Dengan UU Nomor 20 Tahun 2001

“Setelah kami lakukan penggeledahan, ditemukan paket narkoba jenis sabu berat 12,5 gram. Dengan adanya barang bukti tersebut, pelaku mengaku mendapat barang tersebut dari Jepara. Dari pengakuan tersebut, kedua pelaku langsung kami gelandang ke Ditresnarkoba untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Lutfi.

Sementara Kepala Desa Prambatan Lor Teguh Budi Handoyo menambahkan salah satu yang tertangkap memang warga Prambatan Lor. Semula warga Pati dan menikah dengan warga Prambatan Lor.

Baca Juga:  Insentif Pengajar Agama Cair Menjelang Lebaran

Dari informasi yang diperoleh polisi, menurut Budi, lokasi itu seringkali dijadikan ajang transaksi narkotika, lantaran tempat tersebut selalu sepi.

“GB diketahui memang residivis, bahkan sudah dua kali tertangkap. Mengenai tempat malam tersebut, kerapkali juga sering dibuat nongkrong karena lokasi yang sepi. Biasanya mereka datang malam. Sehingga kami dari warga tak tau,” tambah Budi. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *