Usia 73 Tahun Tak Surutkan Semangat Slamet Sumarsono, Atlet Tertua Semarang di Porprov Jateng 2026

SEMARANG (Awall.id) – Usia hanyalah angka bagi Slamet Sumarsono. Di usianya yang menginjak 73 tahun, atlet bridge Kota Semarang itu masih aktif mengasah strategi dan memburu prestasi. Dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026, ia menjadi atlet tertua dalam kontingen Kota Semarang.

Bukan kekuatan fisik yang menjadi andalannya, melainkan ketajaman berpikir, ketenangan mengambil keputusan, dan kemampuan membaca strategi lawan di atas meja bridge.

Bersama Tatang, Wito, Yan, Supri, dan Setiawan, Slamet berjuang membawa tim bridge Kota Semarang meraih medali emas. Meski baru setahun terakhir membangun kekompakan sebagai pasangan dan tim, mereka optimistis mampu memperbaiki pencapaian pada Porprov 2023, ketika hanya meraih medali perunggu.

“ Kami latihan sekurangnya dua sampai tiga kali, tiga sampai empat jam dalam sehari. Bridge memang permainan otak dan strategi,” ujar Slamet.

Baca Juga:  Lewat Program MBG, UMKM Pangan Ikut Wujudkan Generasi Sehat

Lahir pada 2 Juni 1953, pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) di salah satu kementerian itu telah mengenal bridge sejak berusia 25 tahun. Selama hampir lima dekade menekuni olahraga tersebut, Slamet telah mengikuti berbagai kejuaraan nasional dan mengoleksi sejumlah medali.

Salah satu pencapaian yang membanggakan adalah tiga kali meraih medali emas pada nomor beregu senior usia 60 tahun. Prestasi itu diraihnya dalam kejuaraan di Yogyakarta, Lubuk Linggau, dan Padang sekitar 2012. Di Liga Bridge Jawa Tengah, Slamet bersama timnya juga pernah menduduki puncak klasemen.

Perjalanan panjangnya di dunia bridge bukan tanpa alasan. Slamet mengaku sejak muda menyadari bahwa dirinya lebih menonjol dalam kemampuan berpikir dibandingkan mengolah fisik. Kesadaran itulah yang membawanya memilih bridge sebagai olahraga yang terus ditekuni hingga usia senja.

“Saat muda, saya sadar bahwa saya tidak jago dalam mengolah fisik, namun lebih ke otak sehingga kemudian memilih cabor bridge ini,” tuturnya.

Baca Juga:  IO USM Siap Bantu Mahasiswa yang Ingin Lanjutkan Studi di Luar Negeri

Kecintaannya terhadap bridge juga menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Namun, Slamet tidak memaksakan ketiga anak perempuannya mengikuti jejaknya. Ia memilih membebaskan anak-anaknya menentukan jalan masing-masing agar pendidikan, pekerjaan, dan aktivitas sehari-hari tetap berjalan tanpa terganggu.

Slamet sendiri bergabung dengan Djarum Bridge Club. Di klub tersebut, ia pernah berada dalam lingkungan yang sama dengan mendiang Michael Bambang Hartono, pebri­dge nasional yang turut menyumbangkan medali perunggu bagi Indonesia pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang, saat berusia 78 tahun.

Menurut Slamet, bridge bukan sekadar permainan kartu. Olahraga ini menuntut pemahaman mendalam terhadap sistem penawaran atau bidding, kontrak permainan, serta strategi saat menjadi declarer. Kekompakan dan kesepahaman dengan pasangan menjadi faktor penting untuk meraih kemenangan.

Baca Juga:  Pegiat Fashion Jateng Bentuk IPMJT, Bayu Ramli Jadi Ketua

“Bermain bridge memang sulit dan harus hafal perjanjian antarpasangan dan tidak saling menyalahkan. Ini bisa menjadi kunci sukses,” katanya.

Di luar kesibukannya sebagai atlet, ayah tiga anak dan kakek enam cucu itu juga memiliki hobi memperbaiki peralatan elektronik. Aktivitas tersebut menjadi sisi lain dari sosok yang terbiasa mengandalkan ketelitian dan logika dalam kehidupan sehari-hari.

Kini, Slamet kembali menguji kemampuan dan pengalamannya di arena Porprov Jateng 2026. Di tengah persaingan atlet-atlet yang lebih muda, kehadirannya menjadi bukti bahwa semangat berprestasi tidak dibatasi usia.

Bagi Slamet, bridge bukan hanya tentang memenangkan pertandingan, melainkan juga tentang terus belajar, menjaga kekompakan, dan mengasah pikiran. Bersama tim Kota Semarang, ia bertekad menjadikan pengalaman panjangnya sebagai modal untuk memburu prestasi terbaik di Porprov tahun ini.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *