Tim PkM Dosen Teknik Elektro Gelar Pelatihan Internet of Things (IoT) Tingkat Lanjut di SMAN 4 Semarang

Para peserta dan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen Jurusan Teknik Elektro dalam kegiatan pelatihan Internet of Things (IoT) Tingkat Lanjut bagi siswa-siswi SMAN 4 Semarang, baru-baru ini

SEMARANG (Awall.id) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen Jurusan Teknik Elektro menyelenggarakan Pelatihan Internet of Things (IoT) Tingkat Lanjut bagi siswa-siswi SMAN 4 Semarang, baru-baru ini.

Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Komputer SMAN 4 Semarang itu diikuti 10 siswa terpilih yang memiliki minat dan kemampuan dasar di bidang teknologi dan elektronika.

Pelatihan dipimpin oleh La Ode Muhamad Idris ST MT selaku Ketua Tim PkM, dengan dukungan anggota tim yang terdiri atas Dr Ir Andi Kurniawan Nugroho ST MT, Sri Heranurweni ST MT, dan Puri Muliandhi ST MT.

Kegiatan dilaksanakan secara intensif selama satu hari dengan mengombinasikan sesi teori dan praktik langsung.

Menurut Dr Andi, pelatihan IoT tingkat lanjut ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa tidak hanya pada pemahaman konsep IoT, tetapi juga pada aspek teknis implementasi perangkat keras.

Baca Juga:  Mbak Ita Harap Duta Genre Sebar Virus Kebaikan

”IoT tidak hanya tentang konektivitas, tetapi juga tentang bagaimana merancang sistem yang efisien, andal, dan siap diterapkan,” ujarnya.

Dia mengatakan, pelatihan tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan dunia pendidikan untuk membekali siswa dengan keterampilan teknologi mutakhir agar mampu bersaing di era digital.

Platform ESP32 dipilih sebagai media utama pembelajaran karena bersifat fleksibel, ekonomis, dan banyak digunakan dalam pengembangan sistem IoT tingkat lanjut.

”Materi pelatihan mencakup arsitektur sistem IoT, pemanfaatan sensor, komunikasi data nirkabel, serta dasar perancangan modul perangkat keras,” ujarnya.

Dia menambahkan, sesi teori diawali dengan pengantar konsep IoT tingkat lanjut dan penerapannya di berbagai sektor, seperti industri, pertanian cerdas, dan sistem monitoring.

Baca Juga:  ARTOTEL Yogyakarta Raih Apresiasi WWF untuk Program Sustainability

Selanjutnya, La Ode Muhamad Idris ST MT memaparkan spesifikasi teknis ESP32 serta strategi perancangan modul IoT yang efektif, termasuk pengenalan desain skematik dan layout PCB sebagai bagian dari sistem IoT yang terintegrasi.

”Pada sesi praktik, peserta dibagi dalam kelompok kecil untuk merancang modul IoT berbasis ESP32. Kegiatan meliputi pembuatan skematik rangkaian, penempatan komponen, hingga penyusunan layout sebagai fondasi sistem IoT tingkat lanjut,” ungkapnya.

Tim PkM, katanya, secara aktif mendampingi peserta agar setiap tahapan dapat dipahami dan diselesaikan dengan baik. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi interaktif.

Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari optimasi desain perangkat keras hingga tantangan umum dalam pengembangan sistem IoT.

Baca Juga:  KUDASAKTI Kendal Raih Posisi Top 5 Nasional dalam Replikasi Inovasi Pelayanan Publik

”Kami berharap, kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah. Ke depan, tim berencana melanjutkan program serupa dengan materi yang lebih kompleks, seperti pengembangan sistem IoT terintegrasi dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence),” tandasnya.

Salah satu peserta, Jessica mengungkapkan, pelatihan itu memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat.

”Kami jadi lebih memahami bagaimana sistem IoT dikembangkan secara mendalam, tidak hanya secara teori tetapi juga praktik,” ujarnya.

Guru pendamping, Geger Bravo Romeo memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan IoT tingkat lanjut sangat penting untuk menumbuhkan minat siswa terhadap teknologi dan memberikan pengalaman praktis yang tidak selalu diperoleh di kelas.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *