Masjid Jami’ Alqodar Sendangmulyo Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

Dr H Mohammad Arja Imroni MAg menjadi nara sumber peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami' Alqodar, Sendangmulyo, pada 12 September 2025

SEMARANG (Awall.id) – Masjid Jami’ Alqodar, Sendangmulyo, menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW, pada 12 September 2025.

Kegiatan yang menghadirkan narasumber Dr H Mohammad Arja Imroni MAg itu diikuti ratusan jamaah.

Dalam kegiatan tersebut, Takmir Masjid Alqodar dan Unit Pengelola Zakat Alqodar membagikan 135 _doorprize_ dan 350 paket beras kepada _mustahiq._

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Alqodar Sendangmulyo, Isdiyanto Isman mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada para jamaah yang memberikan donasi mulai dari pembangunan TPQ, perbaikan interior masjid.

Baca Juga:  Ratusan Atlet Ambil Bagian di Kejuaraan Bulu Tangkis Rektor USM Cup

Dia berharap, ke depan Taman Kanak-Kanak yang didirikan mendapat Akreditasi A.

Para mustahiq menerima paket beras dari Unit Pengelola Zakat Takmir Masjid Jami’ Alqodar, Sendangmulyo

”Pembagian paket beras ini bertujuan menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial dalam diri umat, serta menyempurnakan ibadah. Kami juga berharap, bisa mempererat tali persaudaraan dan rasa kasih sayang antar umat Islam, serta membantu dan membahagiakan kaum dhuafa,” ujarnya.

Baca Juga:  RKF Luxury Penuhi Kebutuhan Kaca Film im Anti Panas dengan Kualitas Tinggi

Sementara itu, Mohammad Arja Imroni dalam tausiyahnya mengatakan bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW membawa rahmat bagi seluruh alam. Setiap nabi memiliki doa mustajab.

”Nabi Muhammad doanya akan diberikan kelak di yaumul akhir untuk memberi safaat umat dari pembebasan api neraka,” tuturnya.

Dia juga mengajak jamaah untuk menghindari ghibah dan menekankan pentingnya menjaga lisan dengan merujuk pada larangan Allah SWT dalam Al-Quran (QS. Al-Hujurat: 12) dan sabda Rasulullah SAW.

Baca Juga:  IM3 Platinum Bersama Erafone dan Oppo Ajak Masyarakat Meriahkan Festival Belanja Regional

”Cara menghindarinya adalah dengan menjaga kehormatan orang lain, menyelesaikan masalah secara langsung, mengingat dampak negatif ghibah terhadap diri sendiri dan masyarakat, serta berdoa agar terhindar dari perbuatan yang mendekatkan pada kemurkaan Allah,” ungkapnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *