Bupati Kendal Luncurkan Gerakan Orang Tua Asuh, Target Turunkan Stunting

KENDAL (Awall.id) – Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengajak semua stake holder di Kabupaten Kendal untuk menjadi orang tua asuh bagi balita demi pencegahan stunting.

Semakin banyak yang menjadi orang tua asuh maka akan semakin cepat turun angka stunting di Kabupaten Kendal. Hal tersebut disampaikan Bupati Kendal, dalam acara Rembuk Stunting dan Launching Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) 2025, di aula kantor DPUPR Kendal, Kamis (13/3/2025).

Baca Juga:  Gerak Cepat KAI Daop 4 Semarang, Amankan Barang Tertinggal Penumpang Senilai 19 Juta Selama Masa Angkutan Lebaran 2025

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, penurunan angka stunting merupakan bagian dari tugas bersama semua elemen bangsa dalam menyiapkan generasi yang akan menyambut Indonesia Emas pada 2045.

“Mari kita siapkan generasi muda kita sehingga kelak pada 2045 bisa menjadi generasi yang siap mengemban amanat masa depan Indonesia,” Ujarnya.

Penjabat (Pj) Sekda Kendal Agus Dwi Lestari menyampaikan, Genting merupakan transformasi dari Gerakan Bunda dan Ayah Asuh Stunting dengan tujuan sebagai sarana untuk membentuk program dan berbagai upaya untuk mencegah stunting.

Baca Juga:  Pemprov Jateng dan Baznas Kembali Salurkan Modal Usaha Senilai Rp567 juta

“Tanpa kepedulian kita, tidak mungkin kita bisa mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Kendal ini,” kata Agus.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Eka Sulistia Ediningsih mengaku optimistis dengan adanya program baru ini jumlah angka stunting di Kendal ke depan akan turun.

Menurutnya, Genting merupakan gerakan gotong royong yang melibatkan semua pihak, dan semua bisa menjadi orang tua asuh. Sebab, yang bisa menjadi orang tua asuh bukan hanya perorangan, organisasi juga bisa menjadi orang tua asuh.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN Tematik II USM Sosialisasi Kebencanaan di Ngemplak Simongan

“Ini berisiko stunting. Mari kita beri pendampingan, kita beri pemahaman agar ke depan tidak terjadi lagi pernikahan dini yang bisa menimbulkan risiko stunting,” Katanya.(eko)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *