Perjalanan Dodid Wijanarko: Tenaga Riset Indonesia yang Menggugah Dunia Perfilman Internasional
SEMARANG (Awall.id) – Peran tenaga riset sangat penting dalam industri film, baik fiksi maupun dokumenter, terutama ketika konten berhubungan erat dengan budaya dan masyarakat lokal.
Seorang tenaga riset yang berpengalaman dapat memberikan wawasan yang memperkaya cerita dan menjaga akurasi, yang dibutuhkan rumah produksi untuk menyampaikan pesan autentik.
Dodid Wijanarko, salah satu periset Indonesia, telah hampir sepuluh tahun berkecimpung dalam industri ini, menjadi andalan rumah produksi lokal dan internasional untuk memperkuat riset film.
Dodid mengawali kariernya sebagai sutradara dokumenter, yang membawanya ke berbagai pelosok Indonesia untuk menggali cerita dan informasi dari masyarakat.
Berkat keahliannya, namanya mulai dikenal di luar negeri, hingga dipercaya menangani proyek riset untuk film-film besar. Beberapa di antaranya adalah dokumenter Netflix Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso, David Blaine: Do Not Attempt produksi National Geographic, dan beberapa dokumenter yang mengangkat keindahan alam serta kekayaan budaya Indonesia.
Dodid mengungkapkan bahwa film fiksi pun membutuhkan riset yang kuat. Salah satu proyek terbarunya melibatkan penelitian mendalam tentang kehidupan tokoh dari budaya tertentu.
“Peran tenaga riset penting untuk menjaga keakuratan dan memberikan kedalaman pada cerita,” ungkapnya dalam keterangannya pada Senin (28/10/2024).
Dalam proses ini, tidak jarang riset mengharuskan skenario dibangun ulang demi ketepatan.
Meski menghadapi tantangan seperti masuk ke pedalaman dan melakukan pendekatan budaya kepada masyarakat lokal, Dodid melihat ini sebagai bagian penting dari tanggung jawabnya.
Ia juga menyebutkan tantangan lain seperti menangani proyek investigasi atau dokumenter sensitif, termasuk yang menyangkut konservasi alam.
“Dengan riset yang benar, kita bisa meningkatkan kesadaran publik, seperti dalam menjaga hutan bagi kelangsungan orangutan,” tambahnya.
Kekurangan tenaga riset di Indonesia membuat Dodid mendirikan kelas riset “Do Research” untuk membangun generasi baru periset yang dapat memajukan industri film nasional dan internasional.
Dengan kekayaan alam dan budaya Indonesia yang menarik perhatian dunia, Dodid berharap riset perfilman di tanah air dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari cerita besar di layar lebar.



















