Kolektif Hysteria Kembali Gelar PekaKota Institute 2024, Berlangsung Selama 3 Bulan!
by Redaksi · Published
SEMARANG (Awall.id) – Kolektif Hysteria kembali menggelar program kelas PekaKota Institute tahun 2024, dimulai sejak Rabu (24/4/2024) di Jl. Stonen No.29, Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.
Setelah vakum pada tahun 2022, kelas PekaKota Institute kembali dengan rangkaian acara menuju ulang tahun ke-20 Kolektif Hysteria.
Menurut Project Manager PekaKota Institute 2024, Nella Ardiantanti Siregar, ada perbedaan signifikan dalam pelaksanaan program ini dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Perbedaan utamanya terletak pada jadwal kelas, dimana PekaKota Institute 2024 akan berlangsung selama 3 bulan, hingga 6 Juni 2024 mendatang, sementara pada Batch I dan II sebelumnya hanya berlangsung satu bulan.
“Sebelumnya saya menjadi asisten pelaksanaan program di Batch II, kali ini menjadi Project Manager pelaksanaan PekaKota Institute 2024,” aku Nella. “Itu pula yang menjadi alasan adanya perubahan jadwal yang jadi lebih panjang dari pelaksanaan sebelumnya, karena berbagai pertimbangan dan evaluasi, termasuk dari pengalaman yang sama dapatkan,” tambah dia.
Nella menjelaskan bahwa PekaKota Institute pertama kali diadakan pada tahun 2021, dilanjutkan tahun 2022, dan kini dibuka kembali pada tahun 2024 ini.
Ia juga menyebut bahwa ada perubahan dalam jumlah dan variasi pemateri dalam sesi kelas, yang dipilih dari berbagai bidang keilmuan dan profesi.
Meskipun menggunakan kesenian sebagai pendekatan untuk mengolah isu kota, kali ini program tersebut menghadirkan banyak perspektif melalui para pemateri yang beragam, termasuk arsitek, kurator, penulis, seniman, musisi, akademisi, budayawan, bahkan tokoh politik, dengan total 38 orang.
Nella mengungkapkan bahwa harapannya adalah agar peserta dapat mengolah ilmu yang diperoleh sesuai dengan latar belakang pendidikan masing-masing untuk membicarakan isu kota.
“Mungkin lebih lengkap juga ya pematerinya untuk tahun ini. Meskipun basis PekaKota menggunakan kesenian sebagai pendekatan mengolah isu kota, tapi kali ini kami menghadirkan banyak persektif melalui para pemateri yang beragam,” papar Nella
Meskipun demikian, Nella menegaskan bahwa program ini gratis dan peserta yang terpilih tidak dipungut biaya apapun. Seleksi dilakukan melalui pemberkasan dan wawancara, dengan 24 peserta yang lolos dan saat ini mengikuti kelas.
“Program ini gratis, tapi memang kami ada tahap seleksi pemberkasan dan wawancara bagi para pendaftar. Yang lolos dan terpilih ada sekitar 24 orang dan saat ini sudah mulai mengikuti kelas,” kata Nella.
Selama tiga bulan pelaksanaan, para peserta diberikan wadah untuk praktik langsung dalam membuat prototip program sebagai hasil dari materi yang diterima di dalam kelas.
Ahmad Khairudin (Adin), Direktur Kolektif Hysteria, menjelaskan bahwa PekaKota Institute 2024 tidak hanya memberikan materi kelas, tetapi juga memberikan area eksperimen bagi peserta untuk bersinggungan dengan kampung kota.
“Penerjunan itu nanti yang bisa menjadi bentuk eskperimen para peserta untuk menerapkan ilmu yang ia dapat dari dalam kelas,” kata Adin.
PekaKota Institute 2024 diikuti oleh 24 peserta dengan 38 pemateri dan berlangsung selama 3 bulan, setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis hingga 6 Juni 2024. Program ini masuk dalam program Event Strategis Kemendikbudristek, dengan dukungan hibah Dana Indonesiana. Para peserta juga akan mendapatkan stimulus pendanaan untuk mengeksekusi program di jejaring kampung dan komunitas di Semarang.



















