Komitmen Terus Berinovasi, Sido Muncul Raih Penghargaan dari Unnes Atas Pelestarian Warisan Leluhur Melalui Industri Jamu Modern

SEMARANG (Awall.id) – Bertepatan dengan Hari Inovasi Inovasi Indonesia (HII), Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Irwan Hidayat memperoleh penghargaan, dalam “ Pelestarian Warisan Leluhur Melalui Industri Jamu Modern “, dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Semarang (Unnes), di Kampus Unnes Semarang, Sekaran Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (01/11).

Ketua LP2M Unnes Semarang, Prof Benny Riyanto mengatakan, penghargaan inovasi award diberikan tidak hanya dosen, mahasiswa dan tokoh masyarakat.

Lebih lanjut Prof Benny Riyanto menerangkan, inovasi seperti yang dilakukan Irwan Hidayat menjadi bagian peran penting dalam industri dan riset, hal ini dibuktikan oleh Sidomuncul yang terus melakukan inovasi dan pengembangan lebih dari dua puluh satu tahun.

“Pak Irwan, yang dikenal sebagai otodidak dalam ilmu pengetahuan, telah mempraktikkan kaidah ilmiah yang mendasari metode ilmiah dalam pengelolaan pabrik jamu Sidomuncul. Dia telah mengoperasikan pabrik ini selama 21 tahun dan terus-menerus melakukan riset dan pengembangan. Ini menunjukkan bahwa inovasi dalam industri jamu sebagian besar bergantung pada riset yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan, seperti Pak Irwan.”

Sidomuncul, sebagai salah satu produsen jamu terkemuka di Tanah Air, telah memainkan peran penting dalam menjaga warisan jamu Indonesia. Namun, dengan perubahan zaman, produsen jamu tradisional lainnya telah mengalami tantangan yang signifikan. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang bagaimana produsen jamu bisa bertahan dalam industri yang terus berkembang.

“Sangat-sangat penting bagi akademisi, masyarakat luas, kenapa saya katakan penting, hal yang sangat istimewa, Pak irwan ini selain sebagai dirut dan owner sidomuncul. Sidomuncul merupakan pabrik jamu, kalau jamu indonesia nomor satu”

Lebih lanjut Prof Benny Riyanto menerangkan bahwa Universitas Negeri Semarang (Unnes) juga turut memberikan perspektif penting dalam konteks ini. Unnes, yang memiliki berbagai fakultas dengan disiplin ilmu yang beragam, dianggap sebagai benchmark dan pembanding terbaik dalam menganalisis permasalahan ini.

“Unnes ini memiliki berbagai fakultas, multi disiplin ilmu kita kelola, ini adalah benchmark dan pembanding terbaik, bagaimana produsen jamu bisa survive, tapi teori-teorinya sudah diberikan sama pak Irwan secara otodidak, Tidak semua orang bisa seperti beliau. Apalagi tidak harus mengenyam pendidikan tinggi, oleh karena itu dengan kiat-kiat dari beliau, sebenarnya beliau sudah menerapkan kaidah kaidah ilmiah yang telah diterjemahkan dalam praktik”

Pentingnya riset dalam inovasi industri jamu di Indonesia adalah elemen kunci yang diperlukan untuk memastikan kelangsungan usaha produsen jamu. Dengan berpegang pada kaidah ilmiah, seperti yang telah diterapkan oleh Pak Irwan, industri jamu dapat terus berkembang dan mempertahankan posisinya sebagai warisan budaya yang berharga di Indonesia.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *