Sekjen PBNU Nilai Kekuatan Erick dan Khofifah di Jatim Luar Biasa

JAKARTA (Awall.id) – Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menilai sosok Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa sangat istimewa di Jawa Timur.
Gus Ipul menyoroti survei Indikator terbaru terkait elektabilitas Erick Thohir dan Khofifah yang cukup kuat dalam hal dukungan untuk maju sebagai Cawapres.
Survei digelar selama 14-20 September di Jawa Timur. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Jawa Timur yang punya hak pilih dalam pemilihan umur, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling.
Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1810 orang. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1810 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error-MoE) sekitar +2.4% pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sampel berasal dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur yang terdistribusi secara proporsional. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.
Gus Ipul, yang menjadi salah satu penanggap dalam rilis survei itu, menilai sebagian pendukung Khofifah masih menginginkannya maju di Pilgub Jatim. Dia mengungkit prestasi Khofifah selama memimpin.
“Saya lihat gini, jadi Bu Khofifah ini kan, mungkin juga karena sebagian masih menginginkan tetap di Jawa Timur. Jadi masih tidak sepenuhnya gitu. Saya lihat Bu Khofifah berhasil memimpin Jawa Timur, kami sering juga melihat angka-angka yang ada, dan bahkan bisa memimpin dengan baik saat melewati Covid. Bu Khofifah ini juga lumayan berhasil. Tetapi dalam urusan Pilpres ini pendukungnya tidak semua solid untuk merelakan Bu Khofifah berangkat ke Jakarta, karena masih dibutuhkan di Jatim. Kita-kita seperti itu,” kata Gus Ipul dalam acara rilis survei, Minggu (1/10/2023).
Sementara, lanjut Gus Ipul, figur Erick istimewa bagi kalangan warga Jatim lantaran kerap menyambangi para kiai di sana. Selain itu, Gus Ipul menyebut kebijakan Erick di Kementerian BUMN tak sedikit yang menggandeng pesantren.
“Sementara Pak Erick ini menjadi istimewa sekali ya. Kemudian bisa diterima dengan baik karena memang di samping rajin menyempatkan diri bersilaturahim ke kiai-kiai, beliau jadi ketum PSSI dan ada kebijakan-kebijakan BUMN yang banyak bekerja sama dengan pesantren-pesantren,” ujarnya.
Dengan begitu, Gus Ipul memandang figur Erick dan Khofifah menjadi istimewa bagi warga Jatim. PBNU sendiri, kata dia, masih terus menunggu situasi politik.
“Jadi dua ini istimewa, luar biasa. Yang kita tunggu bagaimana perkembangan berikutnya,” kata Gus Ipul.



















