Peringati 10 Muharram 1445 H, Iswahani : Pentingnya Perkuat Ukhuwah Islamiyah

SEMARANG (Awall.id) – Dalam memperingati 10 Muharram 1445 Hijriyah, mengingatkan kita dalam memperkuat ukhuwah islamiyah atau persaudaraan antar sesama umat Islam.

Hal itu disampaikan Ketua Ranting Muslimat NU Semarang Barat, Hj. Iswahani Heru menyampaikan, dalam memperingati 10 Muharram 1445 H, mengingatkan kepedulian terhadap sesama, dalam hal ini kepedulian terhadap yatim piatu.

“Merawat dan memperkuat ukhuwah islamiah itu sangat penting agar umat Islam bahu membahu, saling bantu dan menguatkan, apalagi dalam memberikan perhatian kepada anak yatim-piatu,” pungkasnya usai menghadiri kegiatan Santunan Anak Yatim 10 Muharram 1445 Hijriyah di Masjid Baitussalam, Krapyak, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (30/7/2023).

Baca Juga:  CV Fara Mukti Perkasa dan Ormas Grib Jaya Kendal Berbagi Santunan untuk Anak Yatim

Dirinya mengatakan, kegiatan tersebut digelar dengan berbagai unsur, antara lain Muslimat NU, Aisyiah Muhammadiyah, jamaah Pengajian Ibu-ibu Kelurahan Krapyak (PIKK) Mar’atus Shalihah Krapyak.

Iswahani yang juga sebagai bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berharap, dapat meningkatkan iman dan taqwa untuk mendekatkan diri dan meraih ridla Allah SWT serta memupuk ukhuwah islamiyah, utamanya dalam kepedulian terhadap anak yatim.

“Dari kegiatan ini, dapat menumbuhkan kesadaran diri untuk membelanjakan hartanya di jalan Allah SWT dengan menyantuni anak yatim piatu dan fakir miskin dan mengajak masyarakat untuk berbagi dengan sesama yang membutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Tingkatkan Kompetensi 12 Wartawan PON, KONI Jateng Gelar Bimtek

Selain itu, Iswahani juga mengingatkan agar wanita muslim dapat meneladani istri Nabi Muhammad SAW, Siti Khadijah yang menjadi pendukung dakwah rasulullah. Melalui aktif berorganisasi, juga meningkatkan peran dan kontribusi perempuan dalam kegiatan sosial, keagamaan dan kemasyarakatan.

“Jamaah pengajian juga berfungai untuk sharing atau bertukar pengalaman bahwa perempuan selalu pendukung kesuksesan suami. Peran perempuan di masyarakat itu banyak, disamping sebagai istri dan ibu yang mendidik anak-anak di dalam keluarga,” imbuhnya.

Baca Juga:  Hadiri Apel Besar Pramuka di Purbalingga, Atikoh Dicegat Siswa SMKN Jateng

“Ketika bapak-bapak merasa kesulitan, kegundahan, keterpurukan, maka istrilah yang membantunya, menenangkannya dan menyemangatinya,” lanjutnya.

Ia menambahkan, dengan adanya kegiatan ink dapat menumbuhkan rasa empati kepada masyarakat dan saling bergotong royong untuk mengurangi permasalahan atau persoalan di lingkungan.

“Pada ahirnya kita dapat mencapai kekuatan dan pertolongan yang menentramkan, selain itu dapat menumbuhkan jiwa empati kepada sesama, ‘Khoirunnas Anfi Ahum Linas’ sebaik – baiknya dari kita (manusia) adalah yang paling banyak menfaatnya untuk orang banyak,” tambahnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *