Ketua Lasmura Jateng Dorong Perlindungan Petani Tembakau dalam RUU Omnibus Law Kesehatan

SEMARANG (Awal.id) – Ketua Laskar Muda Hanura (Lasmura) Jawa Tengah, Zea Algabili mendorong perlindungan petani tembakau dalam Rancangan Undang – Undang (RUU) Omnibus Law.

Pihaknya mengatakan akan mengkritisi RUU Omnibus Law yang sedang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), khususnya dalam Pasal 154 Ayat (3) yang menyamakan tembakau dengan zat adiktif seperti narkotika, psikotropika, dan minuman beralkohol.

“Menurut saya langkah tersebut dapat merugikan petani tembakau dan bahkan mengancam mereka dengan kriminalisasi. Oleh karena itu, saya mendesak DPR untuk memasukkan isu ini ke dalam daftar inventarisasi masalah (DIM)yang membutuhkan perhatian serius,” ungkap Zea Algabili dalam keterangannya, Jum’at (2/6/2023), pagi.

Ia menyebut saat ini industri rokok telah lama menjadi salah satu sektor yang mendukung kegiatan olahraga dan pemuda di Jawa Tengah, serta memberikan kontribusi besar bagi ekonomi nasional.

Namun, lanjutnya, dengan adanya perubahan dalam RUU Omnibus Law Kesehatan yang menyamakan tembakau dengan zat adiktif berat seperti narkotika, psikotropika, dan minuman beralkohol, petani tembakau dihadapkan pada risiko kriminalisasi yang tidak adil. Zea Algabili juga menyuarakan kekhawatirannya bahwa menanam tembakau disamakan seperti menanam ganja, yang berpotensi mengkriminalisasi petani tembakau.

“Dalam upaya melindungi kesehatan masyarakat, kita tidak boleh melupakan kontribusi penting yang telah diberikan oleh industri rokok dan petani tembakau. Karena, petani tembakau telah menjadi tulang punggung ekonomi di berbagai daerah, dan langkah ini berpotensi merampas pekerjaan mereka,” tandasnya.

Pihaknya juga mengajak DPR untuk memasukkan isu ini ke dalam daftar inventarisasi masalah (DIM) yang membutuhkan perhatian serius.

“Saya akan menekankan pentingnya melibatkan petani tembakau dan pemangku kepentingan terkait dalam dialog konstruktif untuk menemukan solusi yang melindungi mata pencaharian petani tembakau dan menjaga keberlanjutan industri rokok,” tururnya.

Sekali lagi ia menegaskan bahwa Industri rokok telah memberikan kontribusi signifikan bagi ekonomi nasional dan telah mendukung berbagai kegiatan olahraga dan pemuda di Jawa Tengah maupun skala Nasional. Ancaman kriminalisasi terhadap petani tembakau tentunya akan berdampak negatif pada pendapatan mereka dan berpotensi menyebabkan kehilangan pekerjaan.

“Perlindungan petani tembakau dan menjaga keberlanjutan industri rokok merupakan aspek penting yang harus dipertimbangkan dalam perumusan RUU Omnibus Law Kesehatan.
Selain memperhatikan aspek kesehatan, juga penting untuk mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang terkait dengan industri rokok dan mata pencaharian petani tembakau,” pungkasnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *