Terduga Pelaku Penembakan Kantor MUI Ternyata Residivis Kasus Perusakan DPRD Lampung

Jenasah Mustopa NR, pelaku penembakan Kantor MUI Pusat diamankan petugas

JAKARTA (Awal.id) – Mustopa NR, pelaku penembakan kantor MUI pusat, ternyata merupakan residivis kasus perusakan DPRD Lampung tujuh tahun lalu.

Hal itu dinyatakan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Hengki Haryadi, setelan mendapatkan catatan kriminal Mustopa dari Polda Lampung.

“Pada 2016 yang bersangkutan pernah divonis terkait dengan perusakan, divonis tiga bulan,” ujar Hengki di Polsek Metro Menteng, Selasa (2/5).

Dia belum bisa memastikan mengapa pelaku berani berulah lagi. Perihal keadaan jiwa pelaku, Polda Metro Jaya melibatkan Asosiasi Psikolog Forensik atau Apsifor untuk autopsi psikologi secara retrospektif.

Baca Juga:  Relawan dan Bantuan Logistik Jateng untuk Gempa Sulawesi Barat Diberangkatkan

Lantaran pelaku telah meninggal saat dibawa ke Puskesmas Menteng, penyidik Polda Metro Jaya berangkat ke Lampung untuk menelusuri latar belakang psikologis Mustopa.

“Apa latar belakang perilaku yang bersangkutan untuk mengetahui motif yang sebenarnya dan melaksanakan penyidikan secara lebih mendalam lagi,” tutur Hengki.

Aeperti diketahui, terduga pelaku penembakan di Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, meninggal dunia di lokasi kejadian. Kasus penembakan itu terjadi pada Selasa (2/5/2023). Akibatnya kaca gedung MUI pecah dan berserakan.

Baca Juga:  Lakukan Ranmor, Seorang Tuna Wicara Ditangkap Satreskrim Polrestabes Semarang

Wakil Ketua MUI, Anwar Abbas, membeberkan sekilas terkait kasus penembakan itu. Bahkan kala itu, Anwar bersama dengan sejumlah pimpinan MUI lain tengah menggelar rapat rutin di lantai empat.

Di tengah rapat, seorang pimpinan melakukan interupsi lantaran adanya penembakan di lantai bawah sekitar pukul 11.00 WIB. Anwar Abbas juga menjelaskan, pelaku datang ke Kantor MUI menggunakan mobil travel.

Sesampainya di Kantor MUI, pelaku bertemu Satpam dan bilang ingin bertemu seorang resepsionis yang berasal dari Lampung.

Baca Juga:  USM-BPJS Serahkan Santunan kepada Mahasiswa yang Alami Kecelakaan

Ketika sampai di meja resepsionis, pelaku mendesak ingin bertemu dengan Ketua MUI. “Karena Ketua MUI banyak, resepsionis bertanya siapa nama ketua yang dimaksud,” jelasnya.

Namun pelaku tidak menjawab dan terus mendesak agar bisa bertemu dengan Ketua MUI. Saat petugas hendak memberitahu kejadian tersebut, terjadilah penembakan.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *