Artis Cilik Arinda Pandu Masyarakat Kota Semarang soal Layanan Masyarakat Gratis hingga Destinasi Wisata Unggulan

SEMARANG (Awal.id) – Suara artis cilik Arinda Kusuma Maulida menjadi perhatian masyarakat Kota Semarang. Lewat suara emasnya, gadis cilik itu memandu masyarakat Ibu Kota Provinsi Jateng yang ingin mendapatkan layanan terpadu secara gratis. Arinda dengan fasih juga memperkenalkan destinasi wisata unggulan yang wajib dikunjungi para pelancong yang ingin berwisata di Kota Semarang.

Ajakan Arinda ini tersaji saat Rumah Produksi Paguyuban Putra Daerah (Papda) Kota Semarang membuat film dokumenter soal pelayanan terpadu dan destinasi wisata Kota Semarang, di Kecamatan Semarang Utara, Sabtu (3/9).

Sutradara film documenter dari Papda Kota Semarang, Bagus mengatakan pembuatan film layanan masyarakat dan destinasi wisata unggulan Kota Semarang ini merupakan program kerja sama antara Papda dan Pemerintah Kota Semarang.

Baca Juga:  PLN Selesaikan Proyek Gardu Induk Ampel New/ Boyolali, Sistem Kelistrikan Jawa Tengah Makin Andal

Dalam kerja sama tersebut, kata Bagus, Papda akan membuat film dokumenter yang berisi layanan pemerintah, seperti kesehatan, pengurusan KTP, izin usaha dan pelayanan masyarakat lain. Di sisi lain, Papda juga akan membuat film soal destinasi wisata yang ada di setiap kecamatan.

Bagus menjelaskan film layanan masyarakat akan ditayangkan setiap hari Sabtu di minggu pertama. “Khusus layanan masyarakat, pemkot tidak memungut beaya alias gratis,” ujarnya.

Bagus mengatakan Papda merasa bangga ikut dilibatkan dalam pemberikan informasi layanan masyarakat secara gratis. Sebagai bagian dari Kota Semarang, Papda siap membantu dan memberikan kontribusi positif kepada pemerintah, khususnya dalam pemberian layanan masyarakat.

Baca Juga:  Analisa CCTV, Kapolrestabes Semarang : Iwan Sebelum Dibakar Terdeteksi di TKP

Sementara Camat Semarang Utara Drs Margo Haryadi MM mengatakan tujuan pembuatan film dokumenter layanan masyarakat dan destinasi wisata unggulan ini merupakan program Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Ibu Kota Provinsi Jateng.

Margo mengatakan pada pelayanan terpadu yang dilakukan pada setiap Sabtu di minggu pertama, semua jenis layanan tidak dipunggut beaya atau gratis.

“Silakan masyarakat untuk memanfaatkan layanan terpadu dari kami di akhir pekan minggu pertama. Semua layanan masyarakat, gratis,” katanya.

Soal pemilihan hari Sabtu sebagai pelaksanaan layanan terpadu ’gratis’ tersebut, sambung Margo, lantaran pada hari Sabtu masyarakat memiliki banyak waktu senggang.

“Kalau digelar pada hari kerja, kan layanan terpadu ini kurang efektif. Untuk itu, kami gelar pada hari Sabtu dengan harapan masyarakat yang memiliki waktu senggang ini mengurusi segala masalah administrasinya, seperti pembuatan KTP, izin usaha atau pemeriksaan Kesehatan,” paparnya.

Baca Juga:  Lansia Sasaran Lanjutan Vaksinasi Covid-19 di Kota Semarang, Begini Cara Daftarnya

Khusus film dokumentasi wisata, Margo mengatakan Kecamatan Semarang Utara akan menampilkan Festival Kota Lama dan Kampung Bahari. Dia menilai dua objek wisata yang ada di kecamatannya sejak dahulu menjadi tempat wisata yang paling dikunjungi masyarakat, baik dari Kota Semarang maupun luar Kota Semarang.

Dia berharap dengan dibuatkan film dokumenter oleh Papda Kota Semarang, pesona wisata Kota Lama dan Kampung Bahari akan bertambah moncer, sehingga kunjungan para wisatawan bisa terus meningkat. (*)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *