Bangun Visi Pengusaha Muda, Yayasan Kaje Bakti Pada Generasi dan Kadin Semarang Beri Pendampingan Peserta Lomba Vlog UMKM

 Founder Kaje Bakti Pada Generasi, Jamal Luthfi memberikan hadiah pada para pemenang lomba vlog UMKM yang diadakan bekerjasama dengan Kadin Kota Semarang
 Founder Kaje Bakti Pada Generasi, Jamal Luthfi memberikan hadiah pada para pemenang lomba vlog UMKM yang diadakan bekerjasama dengan Kadin Kota Semarang

SEMARANG (Awal.id) – Kaje Preuner Academy by Yayasan Kaje Bakti Pada Generasi bekerja sama dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Semarang memberikan penghargaan pada pemenang lomba vlog UMKM, di Café Kaje, Jumat malam (18/9).

Dalam penyerahan penghargaan tersebut ada empat nama yang menjadi juara lomba vlog UMKM antara lain; Radhen Industry yang bergerak di bidang konveksi (juara 1), Makanan Ringan D’Bog yang memproduksi kripik olahan dari pelepah pisang (juara 2), D’Un Drink yang memproduksi minuman milenial (juara 3), dan Madu 50 yang memproduksi madu murni khas Pati (juara favorit 4).Lomba ini sendiri telah diadakan sejak 24 Agustus 2021 dan menerima 55 karya. Selain itu, dalam perlombaan ini, setiap peserta mendapat fasilitas berupa pendampingan dari instruktur vlog Kadin Kota Semarang.

Founder Kaje Bakti Pada Generasi, Jamal Luthfi mengatakan lomba ini adalah upaya yang dilakukannya untuk menyatukan visi para wirausahawan muda. Yang menjadi perhatiannya adalah skill pemasaran, manajemen, akuntansi, dan produksi dalam membangun usaha.

Baca Juga:  Dorong Pariwisata Semarang, Sido Muncul Bakal Bangun Sejumlah Fasilitas

“Kaje Foundation memiliki sebuah forum bernama Kaje Preuner Academy yang berfokus pada pengembangan skill kewirausahaan seperti marketing, manajemen, akuntansi, dan evaluasi kinerja usaha bagi anak-anak muda, mahasiswa, atau santri yang ingin berwirausaha,” ujarnya seusai penyerahan hadiah pada para pemenang lomba vlog UMKM.

“Dan untuk menyatukan visi para usahawan muda, Kaje Preuner Academy menyelenggarakan lomba vlog UMKM yang telah dilaksanakan sejak 24 Agustus 2021 dan telah menerima 55 video dari berbagai bidang usaha,” imbuhnya.

Jamal mengatakan dirinya memiliki sebuah visi untuk membentuk sebuah komunitas jejaring bagi para peserta lomba. Komunitas jejaring ini akan saling memberikan support dalam bidang tukar produk dan investasi serta perijinan usaha dan produk.

“Alumni peserta lomba ini sendiri akan dibentuk sebagai komunitas jejaring yang akan terus Bersama-sama mengembangkan bisnis melalui sharing, tukar produk, ataupun investasi. Dan yang paling penting adalah untuk semakin membumikan teknologi untuk seluruh kebutuhan usaha mulai dari pemasaran, keuangan, hingga produksi dan perijinan usaha,” jelasnya.

Baca Juga:  Masih Banyak Masyarakat Ketagori Mampu Beli BBM Bersubsidi

“Dalam lomba ini, mungkin hadiah lombanya tidak seberapa, tapi minimal kita mendapat jejaring yang lebih berharga daripada hadiah lomba tersebut,” tutupnya.

Pendampingan

Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Kota Semarang, Arnas Agung Andrarasmara mengatakan dalam sambutannya mengatakan pihaknya memberikan beberapa masukkan agar ada tindak lanjut seusai lomba ini bergulir.

“Dari awal persiapan lomba, saya sudah menunjuk salah satu rekan saya untuk mengarahkan bagaimana untuk membuat vlog dengan baik dan benar. Di Kadin sendiri kami memiliki SDM yang terbaik di bidangnya, jadi saya harap ke depan kerja sama ini tidak berhenti pada masalah vlog saja, tapi juga kerja sama di bidang yang lain. Kadin sifatnya siap membantu untuk memberikan pendampingan dan mentoring,” ujar Arnaz.

Dia mengatakan perlu ada menitoring karena menjadi pengusaha itu bukan bakat alamiah, namun perlu dilatih agar skillnya semakin matang.

“Karena menjadi pengusaha ini bukan muncul secara alamiah, tapi muncul karena proses dan latihan. Maka dari itu, sistem menitoring menjadi mutlak. Kita harus mampu menyerap ilmu dari para pengusaha senior yang telah berhasil di bidangnya,” ucapnya.

Baca Juga:  Tim PkM USM Sosialisasi Pembuatan Telur Asin dengan Media Air di Pindrikan Lor

Sementara itu, Instruktur vlog dan konten creator, Gus Wahid, memberikan sebuah arahan bahwa perlu kejelian dalam pembuatan youtube.

“Salah satu contoh, seandainya kita akan mengupload sebuah konten kuliner, maka kitab bisa mencari di google konten kuliner apa yang sedang banyak digandrungi netizen, apakah bakso, soto, mie ayam, atau apapun. Semisal yang paling banyak dicari adalah bakso, maka bakso jenis apa, atau baksonya siapa yang paling trend di Semarang. Hal semacam itu bisa ditelusuri oleh para vlogger agar videonya ditonton banyak orang,” ungkapnya.

Wahid sendiri adalah seorang vlogger dan konten creator yang bertema wisata dan UMKM Kota semarang. Selain itu, dia juga mengelola website gallery wisata Kota Semarang.

“Saya sendiri sehari-hari mengelola website gallery wisata Kota Semarang, sebuah gallery yang berkaitan dengan UMKM, usaha kerajinan tangan, dan tentu terkait dengan konten creator,” tutupnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *