Didatangi Ganjar Malam-malam, Begini Komentar Tanto Mendut Soal Penataan Kawasan Borobudur

Seniman Tanto Mendut dan istri menerima kunjungan Gubernur Ganjar Pranowo

MAGELANG (Awal.id) – Tanto Mendut mendukung penuh langkah pemerintah melakukan penataan kawasan Borobudur secara menyeluruh. Tidak hanya fokus pada candinya, namun banyak hal lain yang bisa dikembangkan.

“Borobudur itu ibarat pusaka, ini mutiara yang memiliki banyak dimensi. Ada gunung, ada desa-desa, masyarakat, binatang dan lainnya,” kata Tanto, saat menerima Gubernur Jawa Tengah. Ganjar Pranowo di rumahnya.

Ganjar Pranowo sengaja mampir ke rumah Tanto pada Rabu (7/4) malam. Disamping disambut Tanto dan iatrinya yang asli Jepang, Mami Kato, kedatangan Ganjar juga disambut alunan gamelang dengan empat orang penari, yang berlenggak-lenggok menambah kemeriahan suasana malam.

Baca Juga:  Gapeka 2025 Diterapkan, Ini Daftar Jadwal Kereta yang Wajib Diketahui

Di hadapan gubernur berambut putih itu, Tanto Mendut memaparkan, Borobudur tak hanya bangunan semata. Ia merupakan pusaka yang mengajarkan tentang teknologi, arsitektur, pengobatan, seni, budaya dan banyak hal lainnya.

“Borobudur punya banyak sekali nilai-nilai yang bisa dikembangkan. Saya sendiri telah diundang ke Hiroshima, ke Istanbul untuk menjadi pembicara soal Borobudur, baik dari arsitekturnya, habitatnya dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Satu yang tak boleh dilupakan pemerintah dalam hal pengembangan Borobudur, menurut Pendekar Lima Gunung itu, bahwa Borobudur merupakan karya seni. Sehingga, pengembangan kawasan itu harus merangkul seniman dan budayawan yang ada di sekitarnya.

Baca Juga:  Sebanyak 33 UKM USM Tampilkan Performa di Hadapan Mahasiswa Baru

“Merangkul dalam makna yang kualitatif ya, jadi benar-benar menggerakkan seniman untuk mengisi ruang-ruang itu. Jangan lupa juga merangkul petani, karena Borobudur juga karya petani,” pungkasnya. (*)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *