Target Emas di Kandang Sendiri, Tim Sepak Bola Semarang Waspadai Kecepatan Pemain Demak

SEMARANG (Awall.id) – Tim sepak bola Kota Semarang tak ingin terpeleset pada laga perdana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Menghadapi Demak di Stadion Citarum, Semarang, Kamis (22/10), skuad asuhan M Dhofir menargetkan kemenangan sekaligus mengantisipasi ketatnya persaingan Grup A.

Kota Semarang berada di grup berat bersama juara bertahan Kudus, Kota Surakarta, dan Demak. Kondisi tersebut membuat setiap pertandingan menjadi krusial bagi tuan rumah yang membidik medali emas.

Pelatih Kota Semarang, M Dhofir, menegaskan timnya tidak boleh kehilangan poin jika ingin membuka jalan menuju semifinal. Namun, ia mengingatkan anak asuhnya agar tidak menganggap remeh kekuatan lawan.

“Bagi kami, tiap laga pada Porprov ini adalah final. Jika ingin mudah melangkah ke semifinal, mau tidak mau harus meraih poin penuh. Tapi itu tidak mudah, karena tim di Grup A ini punya karakter kuat,” tutur Dhofir, Selasa (20/10).

Baca Juga:  Bukan Melarang, Ita Perbolehkan Pembagian Takjil Hanya di Tempat Tertentu

Secara khusus, Dhofir menaruh perhatian terhadap kecepatan dan daya juang pemain Demak. Berdasarkan pertemuan sebelumnya yang berakhir imbang 2-2, ia menilai lawan memiliki karakter permainan yang bisa merepotkan pertahanan Semarang.

“Demak tim yang kuat dan punya karakter pemain cepat. Kami pernah bermain bersama Demak dengan akhir 2-2. Dari situ saya lihat, pemain mereka punya tipikal cepat dan ngeyel. Jadi kami tidak bisa meremehkan Demak,” ujarnya.

Pelatih PS USM itu mengaku telah mematangkan persiapan tim untuk menghadapi persaingan di fase grup. Bermain di hadapan publik sendiri menjadi motivasi tambahan bagi Gerardo Putra dan kawan-kawan untuk tampil maksimal sejak pertandingan pertama.

Baca Juga:  Disebut Gibran Tidak Konsisten Soal IKN, PKB Bela Cak Imin

Meski demikian, tantangan Semarang bukan hanya soal kualitas lawan. Jadwal penyisihan yang mengharuskan tim bertanding setiap hari juga menjadi pekerjaan rumah bagi tim pelatih dalam menjaga kebugaran pemain.

Dhofir menyadari, memaksakan pemain tampil penuh selama 90 menit dalam tiga pertandingan beruntun berisiko menguras stamina hingga meningkatkan potensi cedera. Karena itu, rotasi pemain telah disiapkan sebagai bagian dari strategi menghadapi padatnya jadwal.

“Semua pemain harus siap saling mengisi dengan jadwal yang sangat padat. Tidak mungkin dalam tiga hari berturut-turut harus bermain selama 90 menit. Kondisi ini harus disikapi dengan melakukan rotasi pemain untuk menghindari cedera juga,” jelas mantan pelatih PSIS Semarang tersebut.

Baca Juga:  Rel KA Bekasi Direvitalisasi, Penutupan Lalin Mulai 7 hingga 11 Juli Malam Hari

Dhofir menegaskan, tidak ada pemain yang sekadar menjadi pelapis dalam skuadnya. Setiap pemain dituntut memiliki kesiapan fisik dan mental agar bisa diturunkan kapan pun dibutuhkan.

“Situasi ini sebenarnya sudah saya prediksi sejak awal. Karena itu, kami mempersiapkan tim ini semaksimal mungkin. Tidak hanya butuh kesiapan fisik, tetapi mental juga. Selain bermain tiga hari berturut-turut, lawan yang dihadapi juga kuat sehingga butuh kesiapan ekstra,” tandasnya.

Dengan persaingan Grup A yang ketat dan jadwal pertandingan yang padat, kemampuan menjaga konsistensi permainan serta kebugaran skuad akan menjadi faktor penting bagi Semarang dalam mewujudkan target medali emas Porprov Jateng XVII 2026.***

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *