GIIAS Semarang 2026, BYD Bawa Teknologi Elektrifikasi untuk Konsumen Jateng

SEMARANG (Awall.id) – PT BYD Motor Indonesia membawa strategi berbeda untuk memperluas pasar kendaraan elektrifikasi di Jawa Tengah melalui ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026.

Berlangsung di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, pada 30 September hingga 4 Oktober 2026, BYD menghadirkan sejumlah produk dan teknologi elektrifikasi yang menyasar kebutuhan mobilitas masyarakat di luar kota-kota besar.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan, GIIAS Semarang menjadi kesempatan bagi BYD untuk memperkenalkan teknologi elektrifikasi secara lebih dekat kepada konsumen di Jawa Tengah.

Menurut Luther, proses adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang belum merata.

Baca Juga:  Pertumbuhan Ekonomi Jateng Tahun 2021 Capai 3,32 Persen

“Memang kita mengerti dalam proses transisinya beberapa hal masih perlu proses, khususnya infrastruktur pengecasan. Kemudian adopsi kendaraan listrik juga tidak mudah, khususnya di luar kota-kota besar,” ujar Luther saat ditemui di GIIAS Semarang 2026.

Kondisi tersebut membuat teknologi elektrifikasi dengan fleksibilitas penggunaan menjadi salah satu opsi yang diperkenalkan BYD. Salah satunya melalui teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

Teknologi PHEV memungkinkan kendaraan memanfaatkan tenaga listrik untuk berkendara, sementara mesin pembakaran internal tetap tersedia ketika dibutuhkan. Skema tersebut memberikan alternatif bagi konsumen yang belum memiliki akses charging station secara mudah.

“Untuk menjawab infrastruktur pengecasan yang belum komplet, kita buat dia bisa mengecas sendiri melalui pengisian bahan bakar,” jelasnya.

Baca Juga:  PT Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Ajak BRI Kembangkan UMKM Binaan

Luther mengatakan sistem tersebut juga memungkinkan kendaraan mengoptimalkan penggunaan energi listrik dibandingkan bahan bakar.

“Artinya, dia lebih mengoptimalkan penggunaan listrik daripada bensin,” katanya.

Bagi BYD, karakter tersebut menjadi salah satu pendekatan untuk menjawab kebutuhan konsumen di wilayah yang infrastruktur pengisian kendaraan listriknya masih berkembang.

Selain teknologi penggerak, aspek fitur juga menjadi perhatian konsumen kendaraan elektrifikasi. Luther mengatakan konsumen kini memiliki ekspektasi terhadap fitur yang lebih lengkap, terutama karena harga kendaraan hybrid cenderung berada di atas mobil konvensional.

“Ekspektasinya ini menyamai fitur-fitur kendaraan yang premium,” ujarnya.

BYD kemudian membekali kendaraan elektrifikasinya dengan sejumlah fitur keselamatan dan kenyamanan. Salah satunya Advanced Driver Assistance System (ADAS), selain sensor dan berbagai fitur pendukung berkendara.

Baca Juga:  Konsumsi Listrik Kendaraan EV di SPKLU Terus Cetak Rekor, Dirut PLN: Meningkat 500% Sepanjang Nataru

Kelengkapan tersebut dinilai relevan dengan karakter konsumen di luar kota besar yang membutuhkan kendaraan untuk berbagai kebutuhan harian.

“Apalagi di luar kota besar biasanya kendaraan pertama harus punya dan yang bisa dipakai setiap hari,” katanya.

Melalui GIIAS Semarang 2026, BYD tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga memperkenalkan pilihan teknologi elektrifikasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Jawa Tengah.

Pameran tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi calon konsumen untuk mengeksplorasi langsung teknologi kendaraan elektrifikasi, mulai dari sistem penggerak hingga fitur keselamatan dan kenyamanan yang ditawarkan.***

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *