Salatiga Siap Songsong Porprov 2026, KONI Jateng Tekankan Sportivitas

SEMARANG (Awall.id) – Salah satu calon tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2026 yaknk Kota Salatiga menunjukkan kesiapannya dalam menyambut ajang olahraga empat tahunan itu.

Berbagai langkah persiapan telah dimulai dengan melibatkan KONI dan Forkompinda Salatiga dalam audiensi dengan Ketua KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana di Ruang Rapat KONI Jateng, Kamis (20/2/2025).

Rombongan dari Kota Salatiga yang dipimpin oleh Ketua Komisi C DPRD Kota Salatiga Alexander Joko Sulistyo dan Ketua KONI Salatiga Agus Purwanto turut membawa perwakilan dari Dispora dan DPRD setempat.

Hadir pula Ketua Kabid Olahraga Disipora Danang Budi dan beberapa pengurus KONI lainnya. Sementara itu, Ketua KONI Jateng Bona Ventura didampingi Wakil Ketua Umum I, II, dan V serta Bendahara dan Sekum KONI Jateng.

Baca Juga:  Bendahara IKA USM: Gen-Z Cenderung "Self Diagnosis"

“Kami meminta arahan tentang langkah-langkah penyelenggaraan Porprov. Maka kami bersama KONI, bahkan awalnya Ketua DPRD Salatiga bergabung, dari Pemkot dalam hal ini Dispora bersilaturahmi kepada KONI,” ujar Alex dalam sambutannya.

Salatiga akan menjadi bagian dari tuan rumah Porprov XVII bersama Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, dan Demak.

Keputusan tersebut telah tertuang dalam SK Gubernur Jawa Tengah Nomor 426.11/38 Tahun 2024. Ketua Umum KONI Kota Salatiga Agus Purwanto mengungkapkan bahwa mereka telah menyusun rencana terkait venue 57 cabang olahraga.

Baca Juga:  Songsong Libur Lebaran 2024, Pantauan di Objek Wisata Ditingkatkan

Beberapa cabang akan diadakan di Salatiga, Kendal, Demak, dan Kabupaten Semarang sesuai dengan kesiapan venue masing-masing, sementara sisanya akan diadakan di Kota Semarang.

Pesan Sportivitas

Ketua KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana menekankan pentingnya sportivitas bagi semua calon tuan rumah.

“Bukan berarti sebagai tuan rumah kemudian menginginkan medali sebanyak mungkin dengan menghalalkan segala cara. Junjung sportivitas,” tegasnya.

Ia mencontohkan kasus dalam PON XXI di Aceh dan Sumatera Utara, di mana kedua provinsi tersebut lolos ke semua cabang olahraga tanpa babak kualifikasi dan berambisi meraih medali di semua cabang. Bona meminta agar cara-cara semacam itu tidak diulangi oleh kontingen Semarang Raya.

Baca Juga:  Resmikan Tugu Gotong Royong, Ferry Wawan Cahyono Apresiasi Langkah Bupati Arif Dongkrak Pembangunan Kebumen

Bona juga menyampaikan bahwa rencana penempatan venue pertandingan masih dapat berubah, mengingat ada beberapa Pengprov yang keberatan dengan venue di kabupaten tertentu karena keterbatasan fasilitas pendukung, termasuk penginapan atlet.

Bona pun menegaskan agar semua pihak bekerja sama dalam menciptakan suasana kompetisi yang sehat dan adil.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *