STIE Bank BPD Jateng Lepas 172 Lulusan
SEMARANG (Awall.id) – Kreasi dan inovasi dinilai modal dan kunci utama lulusan sarjana saat ini untuk menghadapi dunia industri dan kerja.
Menurutnya, kreasi dan inovasi dinilai modal dan kunci utama lulusan sarjana saat ini untuk menghadapi dunia industri dan kerja.
Hal itu dikatakan Ketua STIE Bank BPD Jateng Prof Taofik Hidajat, di sela acara pelepasan lulusan di kampus Jalan Soekarno Hatta, Tlogosari, Semarang, Kamis 26 September 2024.
Taofik menilai, era digital saat ini semestinya menjadikan lulusan lebih mudah diterima di dunia kerja. Meskipun pada sisi lain, jumlah pengangguran juga relatif masih banyak.
Untuk itu, lanjutnya, dibutuhkan kreasi dan inovasi agar bisa menjawab tantangan dunia industri dan kerja saat ini.
“Pada satu sisi memang masih ada pengangguran, tetapi satu sisi lain ada peluang menciptakan pekerjaan di luar karyawan itu terbuka lebar,” katanya.
Jumlah lulusan pada periode kali ini sebanyak 172, terdiri dari Manajemen S1 (58 lulusan), Akuntansi S1 (47 lulusan) dan Magister Manajemen/S2 (67 lulusan).
Dalam acara itu hadir sejumlah pejabat kampus, antara lain Wakil Ketua I Ali Murdid PhD, Wakil Ketua II Dr Dwi Suryanto Hidayat, dan Wakil Ketua III Dr Yanuar Rachmansyah.
Kemudian Ketua Pembina YKKP Ony Suharsono, Ketua Umum YKKP Wijiyanto dan Ketua YKPP Joko Sambodo.
Kepada para wartawan, Ketua STIE Bank BPD Jateng Prof Taofik Hidajat juga mengungkapkan, STIE Bank BPD Jateng bakal beralih status dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi menjadi Universitas.
Dengan demikian, kampus ini ke depan bakal membuka sejumlah prodi dan fakultas baru di luar ilmu ekonomi.
“Kami mengajukan tiga prodi baru, yakni informatika, sistem informasi manajemen dan data science. Kemungkinan kami masih tetap akan fokus ke keuangan perbankan,” sebutnya.
Menurutnya, perubahan status ini sedang berproses. Hal ini pun diimbangi dengan rencana pengembangan sarana prasarana, baik berupa gedung maupun perluasan tanah.
“Kampus utama tentu masih di sini (Jl Arteri Soekarno Hatta), sebagian lagi Pusdiklat. Memang secara aturan harus berada di kecamatan yang sama,” ungkapnya.
Pengembangan sarana prasarana dan infrastruktur merupakan bagian dari persyaratan atau mekanisme yang harus dipenuhi.
“Kami ingin mengembangkan prodi di luar ekonomi. Berkas-berkas sudah kami kumpulkan, dan secara persyaratan sudah terpenuhi. Mudah-mudahan tahun depan,” ujarnya.
Selain kesiapan sarana prasarana, pihaknya juga sudah menyiapkan dalam hal sumber daya manusia, khususnya tenaga pengajar atau dosen.
“Penilaian dari BAN-PT, nilainya cukup baik sekali. Kami punya bekal sarana prasarana yang juga memadai,” sebutnya. Kreasi dan inovasi dinilai modal dan kunci utama lulusan sarjana saat ini untuk menghadapi dunia industri dan kerja.
Menurutnya, kreasi dan inovasi dinilai modal dan kunci utama lulusan sarjana saat ini untuk menghadapi dunia industri dan kerja.
Hal itu dikatakan Ketua STIE Bank BPD Jateng Prof Taofik Hidajat, di sela acara pelepasan lulusan di kampus Jalan Soekarno Hatta, Tlogosari, Semarang, Kamis 26 September 2024.
Taofik menilai, era digital saat ini semestinya menjadikan lulusan lebih mudah diterima di dunia kerja. Meskipun pada sisi lain, jumlah pengangguran juga relatif masih banyak.
Untuk itu, lanjutnya, dibutuhkan kreasi dan inovasi agar bisa menjawab tantangan dunia industri dan kerja saat ini.
“Pada satu sisi memang masih ada pengangguran, tetapi satu sisi lain ada peluang menciptakan pekerjaan di luar karyawan itu terbuka lebar,” katanya.
Jumlah lulusan pada periode kali ini sebanyak 172, terdiri dari Manajemen S1 (58 lulusan), Akuntansi S1 (47 lulusan) dan Magister Manajemen/S2 (67 lulusan).
Dalam acara itu hadir sejumlah pejabat kampus, antara lain Wakil Ketua I Ali Murdid PhD, Wakil Ketua II Dr Dwi Suryanto Hidayat, dan Wakil Ketua III Dr Yanuar Rachmansyah.
Kemudian Ketua Pembina YKKP Ony Suharsono, Ketua Umum YKKP Wijiyanto dan Ketua YKPP Joko Sambodo.
Kepada para wartawan, Ketua STIE Bank BPD Jateng Prof Taofik Hidajat juga mengungkapkan, STIE Bank BPD Jateng bakal beralih status dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi menjadi Universitas.
Dengan demikian, kampus ini ke depan bakal membuka sejumlah prodi dan fakultas baru di luar ilmu ekonomi.
“Kami mengajukan tiga prodi baru, yakni informatika, sistem informasi manajemen dan data science. Kemungkinan kami masih tetap akan fokus ke keuangan perbankan,” sebutnya.
Menurutnya, perubahan status ini sedang berproses. Hal ini pun diimbangi dengan rencana pengembangan sarana prasarana, baik berupa gedung maupun perluasan tanah.
“Kampus utama tentu masih di sini (Jl Arteri Soekarno Hatta), sebagian lagi Pusdiklat. Memang secara aturan harus berada di kecamatan yang sama,” ungkapnya.
Pengembangan sarana prasarana dan infrastruktur merupakan bagian dari persyaratan atau mekanisme yang harus dipenuhi.
“Kami ingin mengembangkan prodi di luar ekonomi. Berkas-berkas sudah kami kumpulkan, dan secara persyaratan sudah terpenuhi. Mudah-mudahan tahun depan,” ujarnya.
Selain kesiapan sarana prasarana, pihaknya juga sudah menyiapkan dalam hal sumber daya manusia, khususnya tenaga pengajar atau dosen.
“Penilaian dari BAN-PT, nilainya cukup baik sekali. Kami punya bekal sarana prasarana yang juga memadai,” sebutnya.



















