Warga Bandengan Gelar Karnaval Larung Sesaji
KENDAL (Awal.id) – Warga Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kota Kendal mengarak sesaji yang akan dilarung ke laut sebagai simbol nguri-uri budaya lokal masyarakat pesisir pantai di Kendal.
Karnaval larung sesaji merupakan rangkaian Gebyar Gelar Budaya Sadranan Sedekah Laut dan Bumi Kelurahan Bandengan Tahun 2022.
Rangkaian kegiatan sedekah laut dengan tema Rame Laute, Sejahtera Nelayane, Aman Negarane meliputi karnaval larung sesaji, wayang kulit, pengajian, pasar malam serta hiburan dan dilaksanakan tanggal 12-24 Oktober 2022.
Warga berjalan beriringan dengan memakai pakaian adat maupun kostum unik dari TPI Bandengan menuju Makam Mbah Jenggot dan Mbah Rancang dan kembali ke sungat di tepi TPI unruk selanjutnya melarung miniatur perahu berisi sesaji ke laut.
Bupati Kendal Dico M Ganinduto usai melepas peserta karnaval larung sesaji mengatakan kegiatan ini merupakan tradisi bagi warga Bandengan sebagai wujud syukur warga atas rejeki yang melimpah.

“Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas warga Bandengan. Karena program kegiatan hari ini melibatkan seluruh masyarakat secara gotong-royong,” kata Bupati.
Lurah Bandengan, Sutarjo menjelaskan larung sesaji ini merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil tangkapan ikan yang melimpah dari para warga yang sebagian besar merupakan nelayan.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin, dan salah satu upaya nguri-uri kebudayaan daerah yang sudah turun temurun dari leluhur. Disini ada dua tokoh, yaitu Mbah Rancang dan Mbah Jenggot. Itu para pemangku dari dahulu pembuka alas,” jelas Sutarjo.
Sutarjo menambahkan sebelumnya juga dilaksanakan ziarah ke makam Mbah Rancang dan Mbah Jenggot sebagai bentuk penghormatan dengan mendoakan kepada kedua sesepuh yang berjasa membangun kawasan Bandengan.
“Ini ungkapan rasa syukur dan doa dari warga Bandengan. Harapan warga yang sebagaian besar merupakan nelayan ini lebih aman saat mencari ikan di laut dan mendapatkan hasil tangkapan yang baik dan melimpah,” ungkapnya. (*)



















