Menhub Ajak Masyarakat Bangun Sistem Transportasi yang Berbasis Data

JAKARTA (Awall.id) – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengajak masyarakat bertukar gagasan dalam membangun sistem transportasi yang berbasis data dan ilmu pengetahuan.

Ia menyebut pemerintah, akademisi, industri, komunitas, dan regulator harus bergerak bersama dalam semangat kolaborasi untuk membangun transportasi.

“Negara Indonesia menghadapi berbagai isu transportasi yang semakin kompleks. Di tengah tantangan itu, kebijakan yang tepat hanya dapat lahir melalui kolaborasi yang kuat,” ungkap Menhub, Senin (17/11/2025).

Menhub menyampaikan beberapa isu transportasi, seperti kemacetan di kota-kota besar, isu keselamatan transportasi yang belum tuntas, integrasi antar-moda yang masih bertahap, hingga transformasi kendaraan hemat energi yang membutuhkan ekosistem matang.

Baca Juga:  Pemprov Jateng Berhasil Bangun 2.353 Desa Mandiri Energi

Lalu, di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), masyarakat masih menunggu akses yang layak. Sementara pelaku usaha logistik menantikan sistem yang efisien dan kompetitif.

Di tengah perubahan iklim, cuaca ekstrem juga semakin menantang bagi pembangunan infrastruktur transportasi, terutama untuk mendukung konektivitas dan logistik.

Secara rinci, Menhub menekankan isu utama yang menjadi perhatian bersama. Pertama, peningkatan keselamatan di seluruh moda transportasi. Kedua, integrasi dan modernisasi sistem transportasi perkotaan, ketiga, percepatan transportasi berkelanjutan dan elektrifikasi.

Baca Juga:  Bupati Dico Kunjungi Korban Bencana Alam Puting Beliung

Keempat, peningkatan kualitas logistik nasional agar biaya logistik lebih kompetitif, dan kelima, peningkatan SDM dan kesiapan menghadapi perubahan iklim.

Menhub menilai kehadiran MTI sebagai organisasi non-pemerintah menjadi sangat strategis untuk memberikan masukan objektif, kritik yang konstruktif, dan rekomendasi kebijakan berbasis ilmu.

“Karena itu, saya mengajak MTI untuk bergandeng tangan dengan Kemenhub dalam merumuskan kebijakan yang berorientasi pada keselamatan, inklusivitas, keberlanjutan, dan daya saing nasional. Kita memerlukan kajian-kajian baru, peta jalan yang lebih adaptif, serta ruang dialog yang lebih intensif antara pemangku kepentingan,” jelas Menhub.

Baca Juga:  Pesan Presiden Untuk Kepala LKPP Baru

Menjelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Menhub juga mengajak kolaborasi untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan selamat.

“Keselamatan adalah harga mati, tak bisa ditawar lagi. Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, kami terus memperkuat inspeksi, menggelar ramp check untuk memastikan kelaikan teknis, dan terus-menerus meningkatkan kompetensi SDM,” imbuh Menhub.

Menhub menantikan gagasan segar dan rekomendasi nyata yang dapat ditindaklanjuti dari kongres MTI, yang bertujuan untuk kemajuan, efisiensi, dan modernisasi sistem transportasi Indonesia agar semakin berdaya saing.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *